Sabtu, 31 Desember 2005

Dunia yang Damai, Mungkinkah?

Emir Baramuli
Ketua Hubungan Luar Negeri DPP AMPI 

Merupakan kehormatan ketika AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia), sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda, mendapat undangan dari Perdana for Peace untuk menghadiri Perdana Global Peace Forum di Kuala Lumpur, Malaysia, baru-baru ini. Keberangkatan delegasi yang terdiri dari tujuh anggota DPP AMPI dan empat wakil dari DPD AMPI Kepulauan Riau, selain bertujuan untuk mendukung gerakan damai dunia, juga untuk terus mempererat tali silaturahmi.

Suasana damai terasa sekali saat forum mulai digelar. Dari kaos bertulisan "damai", sampai spanduk, pin dan brosur-brosur kampanye perdamaian. Pidato pembukaan Ketua Perdana for Peace Dr Mahathir Mohamad juga sangat memukau, sarat renungan bahwa kampanye damai perlu terus disosialisasikan di muka bumi.

Pidato mantan PM Malaysia ini mengingatkan pada lagu John Lennon, Give Peace a Chance untuk menyudahi perang Vietnam, juga pada spanduk "Damai Itu Indah" yang pernah menghiasi di hampir setiap sudut Kota Jakarta atas prakarsa TNI, dan gerak jalan Islam Damai ala PKB yang dipelopori mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Masih fresh dalam ingatan saat Dr Mahathir mengatakan, "What we must always remember is that peace for us simply means the absence of war." Ya, "damai" artinya "bebas dari perang". Tapi mungkinkah?

Sejauh ini kita sudah terbiasa dengan kata "perang" dan melihat akibat suatu peperangan. Kita sadar, perang hanya menghasilkan kehancuran daripada kebaikan, kesedihan daripada kebahagiaan. Ironisnya, kampanye perang justru terus dikumandangkan, baik di masa-masa lalu maupun kemungkinan di hari-hari mendatang. Tragisnya lagi, perang kadangkala malah dikumandangkan oleh pemimpin-pemimpin yang terpilih melalui mekanisme pemilihan yang demokratis.

Kini, sudah saatnya pemimpin-pemimpin dunia perlu terus mengumandangkan kampanye anti-perang. Institusi-institusi untuk mengampanyekan dan menjaga perdamaian sekaligus mencegah konflik peperangan, perlu didirikan. Institusi-institusi ini bisa pula berperan aktif melakukan diplomasi-diplomasi memperjuangkan keadilan dalam perdagangan dunia, perbatasan wilayah, toleransi beragama, dan pertukaran budaya.

AMPI sendiri ingin mengajak dan berpartisipasi aktif dalam kampanye damai dunia. Penyelesaian konflik bersenjata lewat jalan damai di Indonesia dapat menjadi contoh dan pelajaran berharga. Yang terpenting, buang sikap arogansi, lepaskan dendam, tanggalkan kebencian, dan tumbuhkan solidaritas. Semoga kita semua dapat merasakan damai yang sesungguhnya, bebas dari perang.***

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=131230