Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) berharap sosok Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia adalah figur yang mampu memperjuangkan nasib usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
SOKSI pun berharap pelaku sektor riil ini harus menjadi prioritas utama bagi Kadin dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Soksi berharap siapapun yang terpilih nanti haruslah tokoh yang memiliki komitmen memperjuangkan pengusaha kecil dan menengah serta koperasi. Soal siapa yang pantas, tentunya tergantung dari peserta munas nanti, kata Ketua SOKSI Bidang UMKM dan Koperasi Emir Baramuli di Jakarta, Senin (12/7).
Menurutnya, untuk menjadi calon ketua umum Kadin setidaknya harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain calon memiliki kapasitas dan kapabilitas serta harus menjaga netralitas serta menjunjung tinggi profesionalitas. Dengan demikian, calon yang terpilih nanti benar-benar mau bekerja keras memajukan perekonomian bangsa.
Bagaimana pun posisi Kadin sangat strategis dan memiliki kontribusi besar terhadap pemerintah dalam rangka meningkatkan peran serta sektor swasta dalam menunjang perekonomian nasional, jelasnya.
Selain itu, lanjut Emir, netralitas dan independensi Kadin harus tetap menjadi prioritas agar tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu.
Sehingga eksistensi Kadin dalam memperjuangkan pelaku usaha benar-benar bisa terwujud sekaligus membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional.
Emir juga mengusulkan calon ketua umum Kadin kedepan sebaiknya dari kalangan profesional dan tidak merangkap jabatan agar mampu berkonsentrasi membesarkan organisasi.
Para pengurus Kadin sebaiknya juga tidak lagi didominasi pengusaha bermodal besar, sehingga terkesan elitis dan dikhawatirkan tidak akan mampu memperjuangkan kepentingan seluruh pelaku usaha.
Selama ini pengusaha yang ada di daerah mayoritas adalah pengusaha yang bergerak di usaha kecil menengah (UKM). Karena itu, upaya memperjuangkan ekonomi sektor riil harus menjadi prioritas Kadin ke depan, tegas dia.
Emir juga mengingatkan, pemilihan calon ketua umum Kadin harus bebas dari praktik money politics serta bebas dari intervensi pemerintah. Sehingga calon yang terpilih benar-benar sesuai aspirasi dan dukungan dari mayoritas anggota Kadin.
Soal siapa yang terpilih nanti, sebaiknya diserahkan kepada anggota untuk memilih siapa yang terbaik. Paling tidak, dari sekian banyak calon ketua umum sudah terlihat siapa yang lebih pantas memimpin Kadin, tutur Emir.
Apakah SOKSI memiliki calon yang didukung, dirinya belum bisa memastikan. Semua diserahkan kepada daerah, mengingat banyak kader-kader SOKSI yang ada di daerah juga menjadi pengurus Kadin dan menjadi anggota Hipmi.(ay)


